Skip to main content

Sprint Planning Meeting (5/11/2019)

Selasa 5 November 2019
14.15 - 15.00
Laboratorium Informatika

Weekly meeting pertama kami. Pada weekly meeting ini kami membahas beberapa hal yang dibutuhkan sebelum siap memulai project. Semua anggota alhamdulillah lengkap yaitu,
  1. Anastasya Auliya
  2. Dheannisa Ramadhani P
  3. Galih Adiguna
  4. M. Ichsan Prayoga
  5. Nugraha Purnama Aji
Pembahasan pertama diawali dengan me-review PBI dan Mock Up sementara. Sebelumnya saat bertemu dengan PO kami telah sepakat untuk memfokuskan sistem ini untuk Lost and Found. Bila ada penambahan modul akan di tambah setelah sistem utama selesai. Pada pembahasan pertama ini juga kami disarankan untuk menambah PBI, tujuannya agar sistem lebih mudah di develop nantinya. Selain memperbanyak PBI, pada tabel So That perlu diperbaiki sebab belum tepat sasaran tujuan akhir dari setiap PBI.

Pada pertemuan ini juga kami membahas keunikan sistem ini dengan sistem lainnya yang serupa. Selain sistem UI/UX yang kami buat juga diminta untuk lebih menarik. Mock Up yang telah kami buat belum cukup untuk menggambarkan sistem yang benar benar akan dibuat karena masih gambaran kasar. Selain itu persiapan lain sebelum memulai sprint kami diminta untuk membuat Test Driven Development (TDD) untuk digunakan sebagai antisipasi dan pemeriksaan. Selain itu kami mendapatkan saran untuk memudahkan user saat mengisi form yaitu dengan menghubungkan data sistem kami ke database Sistem Informasi Akademik. Selain itu kami juga mendapat saran untuk PBI lainnya yaitu,
  • Status penemuan/notifikasi
  • Koneksi dengan Sistem Informasi Akademik
  • Mencocokkan Barang
  • Reward bagi user
Namun PBI ini masih kami diskusikan lagi menimbang apakah fitur tersebut diperlukan atau tidak.

Pembahasan kedua kami lakukan dengan melakukan wawancara dengan ISS. Pada wawancara tersebut kami mendapatkan beberapa informasi yang bisa menjadi pertimbangan untuk sistem kami, yaitu,

  1.  Barang berharga (HP, dompet) yang ditemukan akan diberikan ke satpam. Sehingga barang yang disimpan di kantor ISS hanya barang selain barang tersebut.
  2.  Barang diberi label (Tanggal penemuan, Lokasi, Nama penemu, Jam)
  3. Barang dicatat dibuku temuan, dengan data yang di catat sebagai berikut,
      • Tanggal
      • No
      • Lokasi
      • Jam 
      • Penemu (nama, jabatan)
      • Diserahkan (nama, jabatan)
      • Tanda tangan
      • Tanggal diserahkan
  4. Barang yang ditemukan tetap disimpan sampai ada yang mengambilnya.
Respon dari ISS sendiri sangat baik. Sebab selama ini barang yang ditemukan jarang sekali ditemukan pemiliknya. Hal ini membuat kantor ISS menjadi penuh. Dengan adanya sistem ini diharapkan barang hilang tersebut akan di jemput oleh pemiliknya. Sehingga tidak mubazir dan memenuhi ruangan.


Tulisan ini dibuat sebagai bentuk weekly progress report dalam mata kuliah Proyek Perangkat Lunak yang diampu oleh Bapak Denny Hermawan, S.T., M.Kom

Comments

Popular posts from this blog

Sprint 2 Weekly Meeting 2 (03/01/2020)

Jum'at, 03 Januari 2020 Lokasi Meeting, Online 13.00 - 14.00 Peserta: Anastasya Auliya Dheannnisa Ramadhani P Galih Adiguna M. Ichsan Prayoga Nugraha Purnama Aji Pembahasan: Pada pembahasan minggu ini kami memperbaiki database untuk sistem. Kami menambahkan data master untuk barang. Hal ini tujuannya untuk mempermudah pengambilan data. Karena selama ini database yang kami gunakan masih belum satu pemikiran jadi untuk mengisi data untuk testing banyak ketidaksamaan sehingga banyak anomali pada database. Kami mendiskusikan untuk saling membantu, dalam pembuatan form, karena pada sistem kami rata rata bermasalah dengan form tiap tiap modul. Follow Up: Kami mematang sistem  untuk admin, sehingga kami memperbaiki kesalahan kesalah minor terlebih dahulu. Dokumentasi Meeting:

Weekly Meeting 4 Sprint 2 - Testing keseluruhan dan mencoba menarik no laporan

Bismillah, pada minggu ini yang saya kerjakan bersama tim yaitu testing sistem ini secara keseluruhan. Kami menemukan adanya fitur yang masih bisa disempurnakan lagi, guna memudahkan pengguna. Seperti nomor laporan pada modal pengambilan langsung mengambil no laporan yang di klik atau diambil. Namun saya, ichsan dan aji belum menemukan solusi dari penyempurnaan fitur tersebut. Sistem ini secara keseluruhan sudah bisa digunakan. Namun itu saja yang kurang, pada modal pengambilan, pengguna harus memilih no laporan secara manual melalui dropdown

Weekly Meeting 2 Sprint 2 - Membuat Drop-down untuk No Laporan pada Form Pengambilan

Minggu ini tugas yang saya kerjakan adalah membuat drop-down untuk no laporan pada form pengambilan barang. Drop-down ini mengambil data dari database untuk ditampilkan padaa list drop-down. Namun kendala yang saya alami adalah data dari database tidak dapat diambil/ditampilkan. Untuk sementara saya belum menemukan penyebab data tersebut tidak terambil. Code yang saya kerjakan: 1. Model Saya mengambil no laporan dari tabel temuan, sebab laporan yang bisa masuk kedalam pengambilan adalah laporan yang sudah berada ditemuan. 2. Controller Pada model saya letakan code untuk mengambil data drop-down pada fungsi add_action(). Idenya, agar no laporan dapat dimasukan saat fungsi add_action() dijalankan.  3. View Pada view, saya memanggil no_laporan yang merupakan hasil dari data yang sudah di get. namun permasalahannya, data tersebut tidak menampilkan apapun terlihat seperti tampilan berikut, Hasil dari code yang saya kerjakan: Referensi yang saya gunak...